Thursday, March 24, 2016

Mengapa Kaum Nasrani Membakar dan Memusnahkan Talmud?

talmud dibakar

PADA abad pertengahan Talmud diserang habis-habisan, ada usaha sistematik untuk membumihanguskan Talmud dari muka bumi, kerana Talmud dianggap sumber utama Ta'alim (inti ajaran) Yahudi, yang menjadi pendorong utama kaum Yahudi menentang kuasa dan penebar permusuhan terhadap agama Nasrani, baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi. Sampai-sampai raja Honorius dalam salah satu amar keputusan yang dikeluarkannya, memberi maklumat tentang:

"Bahwa semua rabi (pendeta Yahudi) adalah manusia yang kehilangan akal sihat! Meski kitab Perjanjian Lama (Taurat) merupakan kitab suci kaum Nasrani yang ditulis dengan bahasa Ibrani, sebagaimana Talmud yang juga ditulis dengan bahasa Ibrani. "

Namun demikian tidak menyurutkan kaum Nasrani untuk membumihanguskan Talmud, kerana kaum Nasrani menganggap Talmud adalah biang segala kehancurankan yang dipropagandakan kaum Yahudi. Para raja, para Paus melakukan kempen besar-besaran untuk memerangi kewujudan Talmud, mereka meneriakkan jargon-jargon anti Talmud.

Gerakan anti Talmud itu sendiri sebenarnya sudah mewacana sejak abad ketiga belas, tepatnya di bumi Perancis dikeluarkan amar perintah maklumat membakar dan membumi hanguskan Talmud, yang sedemikian itu terjadi di masa Louis the Pious ' ", yang berkuasa dari tahun 1226-1270 M, perintah sama juga dikeluarkan di bumi Inggeris, hal itu terjadi pada tahun 1290 M, dimana raja Inggeris mengeluarkan perintah untuk mengusir semua kaum Yahudi dari bumi England, setelah terbongkar kedok makar dan tipu daya mereka lebih-lebih kebiadaban mereka terhadap rakyat Inggeris yang majoriti adalah pemeluk Nasrani yang ta 'at.

Dalam Jewish Universal Encyclopaedia disebutkan: Bahwa ada 24 kereta yang membawa kitab berbahasa Ibrani, dibakar di Paris pada tahun 1242 M dalam sehari. Tragedi yang menyayat hati itu disaksikan Meir seorang sasterawan Yahudi yang berasal dari Rothenberg, peristiwa pembakaran tersebut benar-benar meninggalkan duka yang teramat dalam pada diri Meir, sehingga ia menulis syair-syair duka cita, yang sampai hari ini masih boleh kita simak dalam nyanyiannyanyian suci di sinagog-sinagog (2)

Pada akhir abad pertengahan, pembakaran terhadap Talmud mula sedikit reda, meski demikian para penguasa (pemerintah) dan petinggi gereja selalu mewaspadai peredaran Talmud, mereka membenarkan penerbitan Talmud, yakni setelah melalui pemilihan dan semakan yang ketat.

Para penguasa dan petinggi gereja juga menghadkan peredaran Talmud, dan hanya boleh diedarkan di kalangan terbatas, itupun setelah dihapuskan pasal-pasal yang dianggap merugikan kaum Nasrani, serta pasal-pasal yang menganggangu ketenteraman awam. Dewan Perwakilan Rakyat Poland, pada tahun 1840 M melakukan kempen besar-besaran untuk membumihanguskan Talmud di negerinya. Melarang keras anak negerinya mempunyai Talmud, kerana petinggi Poland berpendapat: Bahawa Talmud adalah pendorong utama kaum Yahudi dalam mencemar dan menghina agama Nasrani. Kerajaan Poland dan petinggi gereja sepakat untuk membakar semua Talmud yang ada di bumi Poland, sehingga bumi Poland benar-benar steril (bersih) dari ajaran Talmud.

Tidak hanya itu kerajaan Poland juga menjatuhkan hukuman kepada rakyatnya yang menyimpan Talmud serta mempidanakan siapa saja yang menyebarkan Talmud.

Bahkan jika ketahuan ada orang yang mengajarkan Talmud, bukan hanya Talmudnya saja yang dibakar tetapi juga pengajarnya disumbat ke penjara sebelum akhirnya dibakar hidup-hidup.

Di antara sebab terpenting dari operasi besar-besaran pembumihangusan Talmud ini adalah perdebatan antara kaum Nasrani dengan kaum Yahudi. Dalam perdebatan tersebut para rabi merasa wajib menyampaikan intipati ajaran Talmud, mereka wajib mempertahankan Ta'alim (inti ajaran) Talmud di hadapan semua manusia, demikian pula sebaliknya para pendeta dan para uskup merasa wajib meluruskan keburukan-keburukan ajaran Talmud yang banyak mencemarkan nama Almasih dan kaum Nasrani.

Lebih dari itu isi Talmud sangat menghina al-Masih dan para pengikutnya secara terang-terangan. Para pendeta dan para uskup itu juga menyinggung tentang tingkah laku kaum Yahudi yang dengan mudah berpindah-pindah agama - semisal satu kes, ada seorang Yahudi yang keluar dari agamanya lalu memeluk agama Nasrani, pada masa yang sama ia tetap meyakini ajaran Talmud, realiti tersebut jelas menodai kesucian ajaran Nasrani.

Sebab lain adalah adanya pengakuan pemeluk agama Yahudi bahawa ajaran Talmud adalah ruh penghancur, penebar benih-benih permusuhan terhadap kaum Nasrani, dan kaumkaum lain bukan Yahudi. Tokoh terpenting dari kaum Murtad yang keluar dari agama Yahudi itu adalah Nicolas Donin dan Pablo Cristiani, keduanya lalu memberi maklumat tentang perang terhadap kebusukan-kebusukan ajaran Talmud. Pada tahun 1263 M telah terjadi perdebatan yang menakjubkan antara Pablo Cristiani vis-a-vis rabi Moses ben
Nahman di Barcelona.

sumber islampos.com

Wednesday, March 23, 2016

PertumbuhanTalmud dan Pengaruhnya terhadap Kaum Yahudi

talmud rabbi yahudi

TALMUD terbahagi kepada dua bahagian utama:

1. Talmud Mishnah merupakan asas ajaran (induk kitab)
2. Talmud Gemara merupakan peniabaran (keterangan) Talmud Mishnah.

Mishnah adalah, Lauh pertarna, yang mengandungi Qonun (undang-undang) yang dibuat kaum Yahudi untuk kepentingan diri mereka, setelah Lauh Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa as. Mishnah ditulis oleh Judah Hanasi, pada kurun waktu antara 190 hingga 200 M. yakni satu abad selepas pemusnahan (pemusnahan) Haikal (kuil) utama kaurn Yahudi oleh Titus diraja emperium Rom.

Gemara terbahagi kepada dua bahagian: Gemara Jerussalem (Palestin), dan Gemara Babylonia. Gemara Jerussalem yang popular dengan sebutan Gemara Palestin adalah catatan tentang perdebatan (perbincangan) yang dilakukan oleh para rabi (pendeta kaum Yahudi) Palestin, [atau lebih tepatnya catatan mengenai perbincangan (perdebatan) yang dilakukan oleh para cerdik cendekia pengajar sekolah Thibria] untuk menjelaskan dasar -dasar ajaran Mishnah.

Usaha pengumpulan catatan-catatan perbincangan ini terjadi pada sekitar tahun 400 M. Adapun Gemara Babylonia adalah catatan tentang perbincangan (perdebatan) kira-kira Ta'alim (ajaran-ajaran) Mishnah yang dirakam (ditulis) oleh para cerdik cendikia Yahudi di bumi Babilonia. Nota-nota perbincangan itu berjaya mereka kumpulkan sekitar tahun 500 M.

Mishnah dengan Gemara yang penjabarannya ditulis oleh para rabi dan cerdik cendikia Jerussalem disebut "Talmud Jerussalem", Mishnah dengan Gemara yang penjabarannya ditulis para rabi dan cerdik cendikia Babilonia disebut "Talmud Babilonia", Kedua-duanya merupakan penjabaran (interpretasi) kitab induk yang bersifat sekunder, kedua-duanya bukan kitab primer.

Mishnah: Sebenarnya adalah kongklusi Undang-Undang Lisan (3) yang mentradisi dalam komuniti rabi (para pendeta Yahudi) sejak lahirnya gerakan Phareesis (al-Firisiyiin), yakni komuniti pemuja hawa nafsu dan pengagungan diri serta kehidupan liberal. Geliat gerakan ini mulai mewacana pasca kehadiran Isa as putra Maryam as. Gerakan ini merupakan cikal bakal lakhimya gerakan pembumi hangusan dan mengingkari ajaran al Masih. Motto utama Gerakan Phareesis ini adalah anti Isa al Masih.

Dalam muqaddimah (pengantar) kitab Penjabaran Mishnah yang ditulis seorang ahli falsafah dan pemikir besar Yahudi bernama Moses ben Maimonides, ia mendefinisikan Mishnah sebagai berikut: Sejak era pengajar agung kita Musa sehingga era rabi Muqoddas (yang tersucikan) Judah Hanasi, tidak ada satupun dari para cerdik cendikia Yahudi yang bersepakat, tentang rumusan akidah (dasar-dasar keyakinan) yang boleh dipakai acuan dasar pembelajaran dan boleh dipelajari secara terang-terangan oleh generasi anak bangsa (Yahudi) ini.

Bahkan selama ini tidak ada satupun rumusan akidah yang boleh dijadikan Induk Hikmah atau media Tambih - peringatan, bagi generasi anak bangsa ini, yang ada hanyalah memori-memori peringatan, yang disampaikan melalui penyimakan (khutbah-khutbah) dari para pendahulunya. Nasihat-nasihat dan peraturan-peraturan itu hanya disampaikan melalui oral (lisan) belaka, tidak ada satupun yang tertulis, meski ada sebahagian rabi (pendeta) yang cuba menulis Oral Law (undang-undang lisan).

Namun tulisan itu tidaklah sempurna, kerana nihilnya pemahaman dan kurangnya kecapakan penulisnya, banyak sekali kelemahan-kelemahan yang terdapat pada penulisan Oral Law sebelum Judah Hanasi, kerana penulisnya tidak memahami secara betul mendesak undang-undang lisan, terIebih tidak mempunyai kecakapan dalam menginter-pretasikan ajaran Taurat, serta tidak memahami konsesus-konsesus yang dimaklumatkan Senhedrin (Mahkama Tinggi) per generasi berikutnya.

Sungguh merupakan kurniaan agung dari Rabb (Tuhan) anak bangsa (Yahudi) ini telah dihadiahi putra terbaiknya, iaitu Rabbi Judah Hanasi yang tersucikan, untuk kali pertama yang mengumpulkan (menulis) rumusan akidah, peraturan-peraturan dasar, konsesus-konsesus keagamaan serta hukum- undang-undang keagamaan, terIebih memperincikan secara konstruktif undang-undang yang telah diturunkan kepada Musa, .... pengajar agung kita. Kitab yang ditulis Judah Hanasi adalah, kitab suci yang wajib dianuti setiap generasi Yahudi sepanjang masa.

sumber islampos.com

Tuesday, March 22, 2016

Tentera Zionis Berbangsa Cina Yahudi

1

2

Cina Kaifeng merupakan orang-orang Cina berdarah Yahudi Yang Seperti halnya bangsa Yahudi lainnya, Pendapat melakukan Diaspora Atau Anda Tinggal dan Hidup di berbagai Negara di Dunia, menyebar Ke Seluruh Penjuru bumi, dan Memiliki sifat Sebagaimana Layaknya orang-orang Yahudi: Rasialis, selalu merugikan kelompok di Luar Mereka, Angkuh, dan Sebagainya. 

4

8

3

5

sumber eramuslim.com

Monday, March 21, 2016

Al Fatihah, Bacaan Solat Paling Dahsyat

Bacaan Shalat

Al Fatihah adalah bacaan solat yang amat dahsyat. Dalam fiqih tuntunan shalat, Al Fatihah merupakan bacaan shalat yang bersifat rukun. Teristimewa, Allah akan menjawab pada setiap ayat yang kita baca. Luar biasa, bukan ...? :-)

Buktinya? Ini dia, firman Allah dalam hadis qudsi:

Nabi SAW bersabda, "Allah SWT berfirman: Sembahyang itu Kubagi dua antara Aku dan hamba-Ku. Untuk hamba-Ku ialah apa yang dimintanya.

Apabila ia mengucapkan Alhamdulillahi rabbil alamin, Aku menjawab: "Hamba-Ku memuji-Ku".

Apabila ia mengucapkan Arrahmaanirrahiim,
maka Aku menjawab: "Hamba-Ku menyanjung-Ku".

Apabila ia mengucapkan Maaliki yaumiddiin,
maka Aku menjawab: "Hamba-Ku mengagungkan-Ku".

Apabila ia mengucapkan Iyyaka nabudu waiyyaaka nastaiin,
maka Aku menjawab: "Inilah bahagian-Ku dan bahagian hamba-Ku, dan untuk hamba-Ku apa yang dimintanya".

Apabila ia mengucapkan Ihdinashirratal mustaqim, shiratalladzina an'amta alaihim ghairil maghduubi alaihim waladhaalin, maka Aku menjawab:
"Inilah bahagian hamba-Ku, dan untuk hamba-Ku apa yang dimintanya" (HR Muslim).

Sungguh luar biasa, ternyata Allah terus menjawab bacaan solat kita ... Terungkap sudah rahsianya, mengapa Rasulullah membaca Al Fatihah ayat-demi ayat (tidak menyambungnya), sebagaimana dikatakan dalam hadits: "Kemudian beliau SAW membaca Al-Fatihah, beliau memenggalnya ayat demi ayat ... "(HR Abu Dawud).

sumber http://www.akhmadtefur.com/

Sunday, March 20, 2016

Syiah Bukan Isu Perpaduan…Tapi Aqidah


Kesatuan umat adalah tuntutan Islam. Malah ia diantara sebab utama kekuatan dan kegemilangan umat Islam.

Syarat utama untuk bersatu dengan syiah, mereka kena kembali kepada Al Quran dan Hadis.

Ini kerana aqidah mereka telah sesat. Ulama’ silam seperti Imam Ghazali mengataka syiah Imam 12 atau jafariyah di Malaysia adalah sesat.

Percubaan untuk ‘taqrib’ mencari titik penyekesaian antara syiah dengan sunni bukanlah satu usaha yang baru.

Contoh seorang tokoh ulama’ sunni di Soviet Union( Rusia sebelum 80an) iaitu Syeikh Musa Jarullah yang merasa kepentingan kesatuan umat Islam amat penting. Terutama beliau tinggal di negara umat Islam merupakan golongan minoriti tentulah kesatuan umat amat penting untuk menjaga survival mereka.

Beliau mengambil inisiatif untuk pergi ke Iran dan tinggal di sana selama 6 bulan. Beliau berjumpa dengan semua pihak syiah. Antaranya berjumpa Ayatollah- Ayatollah, pergi ke hauzah hauzah di Qom dan di Najaf dan berjumpa tokoh tokoh kepimpinan mereka 
Akhirnya beliau buat kesimpulan boleh taqrib antara syiah dengan sunni dengan syarat mereka berhenti dari;
1.Berhenti mengkafirkan para sahabat-sahabat r.a.
2 Berhenti mengatakan al Quran tidak sempurna.
3.Berhenti dari mengkafir ummu mukminin Aisyah.
4.Berhenti mengatakan Imamah hak Ali dan 11 orang dari keturunannya berdasarkan wasiat dan nas.

Sehingga ke hari ini puak syiah tidak menjawab permintaan tersebut.

Syeikh Mustafa As Sibaie juga mengambil inisiatif yang sama. Beliau juga pergi menziarahi Ayatollah di Qom dan Najaf.Mereka bersetuju tidak mengkafirkan para sahabat r.a. 

Selepas beliau balik beberapa bulan ke negara, ulama syiah telah menulis buku mengkafirkan Abu Hurairah r.a.

Terkini Syeikh Yusoff al Qardawi berkata tujuan taqrib yang dianjurkan oleh syiah, adalah untuk mensyiahkan orang-orang sunni. 

Bukan nak cari penyelesaian antara syiah dengan sunni.

Syiah sekali-kali tidak bertolak ansur dengan 4 permintaan Syeikh Musa Jarullah kerana itu merupakan teras aqidah mereka.

Syiah Imam 12 adalah ajaran yang diasaskan oleh Abdullah Saba”. Bertopengkan ahli bait iaitu ahli keluarga Rasulullah dari keturunan Ali r.a, secara khusus dari zuriat syaidina Husein saja. Tujuannya untuk merosakkan Islam dan umat Islam dari dalam.

Sedangkan Ali r.a dan keturunannya tidak ada kena mengena dengan ajaran syiah imam 12.

sumber https://ustmuhammad.wordpress.com/

Thursday, March 17, 2016

Pelepah Kurma yang Merindukan Rasulullah SAW


Kita semua telah mendengar bahawa Rasulullah diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam, Rahmatan lil Alamin. Artinya, rahmat dan kasih sayang beliau meliputi seluruh makhluk yang ada di alam ini.

Tak hanya makhluk hidup, Rasul pun mempunyai rasa kasih terhadap benda-benda mati.

Dikisahkan bahawa pada hari Jumaat, biasanya Rasulullah menyampaikan khutbah Jumaatnya dengan menyandar pada pelepah kurma. Seiring berlalunya waktu, umat Muslim semakin banyak dan jamaah pun bertambah. Sehingga beliau tak terlihat oleh jamaah yang berada di saf-saf belakang.

Akhirnya para sahabat mengambil inisiatif untuk membuatkan mimbar yang agak tinggi, agar semua jemaah solat dapat melihat beliau.

Ketika pertama kali khutbah solat Jumaat menggunakan mimbar, ada suara rintihan yang kedengaran di sela Rasul berkhutbah. Para sahabat terheran, dari mana suara itu.

Kemudian Rasul pun turun dari mimbar dan mendekati pelepah kurma yang ada di pojok masjid. Ternyata suara rintihan itu berasal dari pelepah yang telah digantikan dengan mimbar yang baru.

Rasul pun membelai dan memeluk pelepah itu hingga rintihannya tak terdengar lagi. Kemudian beliau kembali ke mimbar dan bersabda,
"Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, andai aku tidak menenangkan pelepah itu maka ia akan terus merintih hingga hari kiamat."

Dan pada akhirnya pelepah itu diambil dan dikuburkan di bawah mimbar Rasulullah saw.

Kisah yang begitu mengharukan. Di satu sisi Rasulullah begitu penyayang kepada seluruh makhluk dan di sisi lain ada pelepah kurma yang merintih kerana ditinggalkan oleh beliau.

Persoalannya, pernahkah kita menangis kerana rindukan Baginda Nabi? Pernahkah kita bersedih kerana dosa-dosa yang semakin menjauhkan kita dari jiwa suci beliau?

Semoga Allah Memaafkan dosa-dosa kita dengan berkat sholawat kepada beliau dan keluarganya.

*sumber http://www.jurnalhajiumroh.com/

Tuesday, March 15, 2016

Kisah Kejatuhan Kerajaan Islam di Andalus


Kejayaan pasukan Tariq ibn Ziyad menguasai kota Andalus pada tahun 711M sehingga ke tampuk kerajaan “Nasriyyah” atau “Bani Ahmar” yang mengakhirinya pada tahun 1492M, pernah melakarkan catatan pemerintahan Islam yang hebat. Tempoh tersebut hampir mencapai lapan abad! 800 tahun, suatu jarak yang seharusnya menjadi renungan  buat masyarakat Islam di seluruh dunia.

Tempoh tersebut membuktikan betapa kemunculan Tamadun Barat ada kaitannya dengan kecemerlangan Tamadun Islam yang telah terbina di Andalus. Ketika itulah dikatakan bahawa zaman intelektual berkembang megah dengan munculnya tokoh-tokoh Islam kawakan seperti Ibn Hazm (994M-1064M), Ibn Rushd (1126M-1198M), Ibn Bajjah (1082-1138M), Ibn Zuhr (1091-1162M) dan ramai lagi. Termasuklah golongan elit Kristian yang dipimpin oleh filosof terkenal Thomas Aquinas (1225M-1274M) dan Maimonides (1135M-1205M), seorang ahli teologi yang pernah terkenal di Andalus ketika pemerintahan Islam, sedangkan beliau berbangsa Yahudi.

Kejayaan Islam membina ketamadunan di Andalus, sesungguhnya sesuatu yang sangat mengkagumkan. Lebih memberi kesan jika ia turut ditinjau dari aspek perkembangan dan kejatuhan Andalusia itu sendiri demi mencari kesimpulan yang baik oleh kita semua.

Secara integral, para sejarawan bersepakat menyatakan bahawa kedatangan Islam ke Andalusia adalah di bawah pimpinan Tariq ibn Ziyad. Beliau adalah tokoh Islam terkenal telah memimpin pasukan tenteranya mengharungi Gibraltar (asalnya Jabal Tariq) yang memiliki kedudukan strategik pintu gerbang para pedagang antarabangsa, di mana para pedagang lazimnya menggunakan laluan tersebut bagi mengharungi lautan Atlantik dan Mediterranian.

Sebelum pembukaan Islam, wilayah Andalus dimonopoli secara rakus oleh golongan bangsawan (noble lord) sehingga berlaku penindasan terhadap golongan bawahan. Krisis ini menyebabkan ramai rakyatnya yang tidak berpuas hati dengan pihak pentadbiran negara mereka. Kesannya menyebabkan banyak tanah pertanian terbiar beku, industri-industri terpaksa ditutup dan ia sekaligus melumpuhkan ekonomi Andalus.

Menyedari kepincangan itu, Gabenor “Visigothic” (Visigoth) iaitu Count Julian berpaling tadah dan menentang Raja Don Roderick, beliau turut bekerjasama dengan Tariq ibn Ziyad untuk mengembalikan keadilan di wilayah tersebut. Pendirian Julian itu juga diriwayatkan ada kaitannya dengan tindakan Don Roderick yang merogol isteri dan anak perempuannya.

Tariq ibn Ziyad memimpin pasukan Islam hanya berjumlah 7000 orang, berdepan pula dengan tentera Don Roderick yang berjumlah seramai 100 000 orang. Lalu bagi meningkatkan semangat pasukan tenteranya di perlawanan yang tidak seimbang ini, dikatakan bahawa Tariq ibn Ziyad mengarahkan agar kapal mereka dibakar sambil digambarkan beliau berpidato;
أيها الناس؛ أين المفرُّ؟! والبحر من ورائكم والعدوُّ أمامكم، فليس لكم والله! إلاَّ الصدق والصبر
"Wahai saudara-saudaraku, lautan ada di belakang kalian, musuh ada di depan kalian, ke manakah kalian akan lari? Demi Allah, yang kalian miliki hanyalah kejujuran dan kesabaran..."

Kalimat tersebut dikobarkan oleh Tariq ibn Ziyad bagi menaikkan semangat pasukan tentera Islam dan akhirnya tercatat dalam sejarah penyebaran Islam ke Andalus. Walau bagaimanapun ia diragui oleh sesetengah pengkaji terutama hal yang melibatkan pembakaran kapal kerana usaha menakluk Andalusia pada peringkat pertama melalui jalan laut sebenarnya dirintis awal oleh Tarif ibn Malik atau dikenali Abu Zurah bin Malik al-Nakha'ei.

Tarif yang mula-mula bersama kekuatan pasukan armada laut bagi meraih jalan ke arah penaklukan Semenanjung Iberia itu. Hal itu telah mendorong Gabenor Qayrawan, Musa ibn Nusair dan seterusnya Tariq ibn Ziyad bergerak bersama demi menakluk Andalus. Oleh itu ada keraguan bagi Tariq mengarahkan kapal dibakar kerana sepatutnya Tarif yang lebih layak memerintahkan begitu. Kerana Tarif memimpin kekuatan armada, sedangkan Tariq memimpin kekuatan artileri.

Kemenangan tentera Islam menguasai medan Gibraltar telah membuka ruang untuk pasukan Islam terus menguasai Andalus sehingga Tariq dapat meneruskan penguasaan ke Cordova dan Toledo. Kemenangan demi kemenangan dapat dicapai oleh tentera Islam dalam usaha melebarkan kerajaan Islam di bumi Eropah termasuk Bandar Zaragoza, Leon, Malaga, Sevilla dan beberapa buah bandar lain.

Sejak dari itu, Islam mula tersebar luas ke seluruh Andalusia dan bermulalah penguasaan Bani Umayyah di Andalus. Khalifah Bani Umayyah yang berpusat di Dimashq telah mewakilkan beberapa orang Gabenor untuk mentadbir Andalus. Seramai 20 orang Gabenor telah mentadbir Andalus dari tahun 718-756M. Gabenor yang pertama ialah Abdul Aziz ibn Musa ibn Nusayr dan yang terakhir ialah Yusuf ibn Abdul Rahman al-Fihri.

Apa yang menarik untuk diperhatikan sejarah pemerintahan Andalus ini ialah pemerintahannya kekal di bawah penguasaan kerajaan Bani Umayyah, walaupun kerajaan Bani Abbasiyah telah mula bertapak dan berpusat di kota Baghdad bermula pada tahun 132H/ 750M. Ini bermaksud, walaupun kerajaan Islam yang memimpin majoriti umat Islam sudah beralih kepada Bani Abbasiyah, namun Andalus terus diungguli oleh para pemerintah dari kelompok Umayyah.

Fakta sejarah mengakui bahawa sebelum Islam membuka Andalus, masyarakat Kristian Eropah hidup di dalam kejahilan dan kegelapan pimpinan Roderick. Lantas, usaha-usaha dilakukan oleh pemerintah Islam di Andalus telah memberikan impak positif sehingga Barat kemudiannya dapat membina tamadun mereka yang membanggakan pada hari ini.

Pada peringkat awal, pemerintah Islam berjaya mengawal masyarakat di Andalus walaupun mereka mempunyai pelbagai latar belakang. Ada di kalangan mereka berbangsa Yahudi, Barbar, Islam, Kristian dan lain-lain. Kecemerlangan dapat dicapai apabila masyarakat berbilang kaum ini dapat dijaga dengan sempurna. Namun, antara punca kejatuhan kerajaan Islam Andalusia ini juga turut disebabkan oleh kepelbagaian budaya yang merenggangkan hubungan erat sesama mereka. Fahaman racist yang menebal akhirnya mengakibatkan Andalus turut menjadi lemah.

Sebenarnya pemerintahan Islam di Andalus berjaya menjamin hak-hak asasi kaum lain sehingga mereka boleh membantu dalam usaha meninggikan tamadunnya. Gambaran ini dapat difahami menunjukkan bahawa perpaduan antara kaum berasaskan jaminan terhadap hak-hak kaum minoriti sebenarnya mampu mewujudkan kestabilan selagi mana ia tidak bertentangan dengan akhlak Islam. Oleh sebab itu, kita dapat menyaksikan tamadun Islam Andalus menguasai dunia dan meniti di bibir umat manusia.

Namun begitu, seakan sudah menjadi lumrah zaman bahawa di sana ada kitaran ketamadunan seperti yang dibicarakan oleh Ibn Khaldun di dalam "Muqaddimah"-nya sebagai sunnatuLlah. Kitaran ketamadunan yang dibicarakan Ibn Khaldun di dalam kitabnya, dan pernah dikembangkan lagi oleh Syeikh Rashid Redha sebagai sunanul kawniyah, menyebabkan kita berfikir bahawa segala apa yang berada dipuncak pasti akan melalui tempoh kejatuhan.

Kitaran inilah yang turut melanda Andalus sehingga kejayaan yang dibina semakin lama semakin menyusut dan menunjukkan ketidakmampuan untuk dipertahankan. Apa yang dimaksudkan ialah ketidakmampuan untuk mempertahankan penguasaan Islam di sana dari sudut prestasi politik pentadbiran, bukannya dari sudut kecemerlangan intelektual dan fizikal.

Kejatuhan Andalus tidak berlaku sekelip mata, tetapi melalui proses yang panjang. Sayangnya, tiada dikalangan pemimpin umat Islam ketika itu yang berjaya mempertahankan Andalus. Tiada Salahuddin Al Ayubi, tiada Saifuddin Qutuz, dan tiada Muhamad al-Fateh. Bibit-bibit kejatuhan bermula setelah pemerintahan Andalus dijuzukkan kepada kerajaan-kerajaan kecil.

Andalusia yang diperintah oleh satu kerajaan, satu khalifah, berpecah menjadi 20 buah kerajaan kecil. Pembentukan kerajaan-kerajaan kecil ini turut dikenali sebagai Muluk al-Tawa'if, ia wujud disebabkan semangat puak, sikap fanatik terhadap bangsa. Mereka tidak langsung berpegang kepada semangat Ukhuwwah Islamiyah dan seakan menjurus kepada ketuanan kaum sesama sendiri.

Fenomena ini berlaku setelah pucuk pimpinan di Cordova menghadapi masalah dalaman iaitu bergaduh dan bercakaran, malah ada yang saling menindas untuk merebut kuasa khalifah dan penguasaan wilayah. Akibatnya, Cordova yang masyhur di dalam Bahasa Arab sebagai "al-Qurtubah" akhirnya menjadi bandar yang terakhir jatuh sepenuhnya ke atas Raja Ferdinand. Ia berlaku pada zaman pemerintahan terakhir Andalus di bawah Bani al-Ahmar yang menguasai wilayah terakhir di Granada dari tahun 620H-897H. Penyerahan wilayah terakhir ini terpaksa dilakukan demi menyelamatkan maruah pemerintah Islam di bawah pimpinan Abu Abdullah daripada digulingkan dengan cara yang lebih teruk.

Ketika Bani Ahmar memerintah Andalusia, wilayah pemerintahan mereka sudah gugup dan menguncup, tidak lagi sepertimana pada zaman kegemilangan pemerintahan Abdul Rahman III. Secara khusus, pemerintahan mereka hanya melibatkan wilayah Granada sahaja yang menjadi daerah terletaknya istana yang masyhur iaitu istana Al-Hamra' atau dalam bahasa Sepanyol hari ini lebih dikenali sebagai al-Hambra.

Berlaku perselisihan keluarga dalam hal mewarisi kepimpinan, pergolakan anak-beranak diraja berlaku dan seterusnya melemahkan lagi pemerintahan Islam di Granada. Sikap Abu Abdullah yang hilang pertimbangan dan tidak berpuas hati dengan pewarisan takhta yang diputuskan oleh bapanya, menyebabkan beliau memberontak sehingga sanggup mengorbankan nyawa bapanya. Namun, takhta pemerintahan tetap tidak menyebelahi Abu Abdullah.

Tetapi kerakusan Abu Abdullah tidak padam, bahkan perancangan dibuat dalam bentuk kerjasama dengan Raja Ferdinand untuk merampas kembali takhta pemerintahan. Rampasan itu berjaya, ringkasnya Abu Abdullah dapat menduduki takhta tetapi bagi jangkamasa yang relatif disebabkan tekanan dari Ferdinand untuk mendapatkan habuan. Habuannya tidak lain tidak bukan ialah penyerahan wilayah Granada kepada kerajaan Ferdinand, lantas masyhurlah Ferdinand yang beristerikan Isabella itu sebagai satu-satunya raja yang berjaya menumbangkan kerajaan Islam di Andalus.

Kejatuhan Andalus rupanya adalah kelemahan pemerintahan sanggup menggadai prinsip demi mendapat bantuan sokongan untuk menduduki takhta yang hanya mampu dicapai buat sementara waktu sahaja. Selain itu ia turut disebabkan beberapa faktor internal dan eksternal, iaitu :
Tiada mekanisme dalam mencari pengganti yang layak untuk meneruskan pemerintahan di Andalus. Kebanyakan mereka hanya mewariskan kepimpinan melalui sistem monarki yang pada waktu itu sudah korup, tiada akauntibiliti dan hilang integriti di mata rakyat.

Tiada wala' terhadap khalifah yang sah mentadbir kerajaan. Masing-masing menyimpan hasrat untuk menguasai wilayah pemerintahan sehingga berlaku perebutan kuasa yang tidak berkesudahan.

Tiada kesepakatan (wehdatul fikri dan wehdatul amal) dalam mentadbir wilayah yang dikuasai sehingga wujud perbezaan pemerintahan antara satu wilayah dengan wilayah yang lain.

Perbezaan fikrah yang wujud sehingga hilang adabul ikhtilaf di kalangan mereka, lalu perbezaan tersebut banyak membawa jatuh-menjatuhkan, runtuh-meruntuhkan dan kurang usaha untuk bekerjasama dalam hal-hal yang disepakati.

Wujudnya golongan yang ingin menghancurkan mereka dari dalam seperti golongan yang ingin bekerjasama dengan musuh tanpa mengambil kira untuk memperkuatkan ikatan dalaman sesama mereka.

Kesan daripada faktor-faktor inilah umat Islam dibunuh atas restu Pope dan ada yang dihalau keluar dari Andalusia, bahkan ada di antara mereka yang terus diperangi lagi dan lagi walaupun sudah bersedia keluar dari Andalusia. Musibah ini turut terpalit kepada kaum Yahudi, di mana tiada kuasa yang boleh melindungi mereka setelah kerajaan Islam menjadi lemah seterusnya runtuh.

sumber http://www.tarbawi.my/



Monday, March 14, 2016

Perubahan Arah Kiblat Pada Tahun Kedua Hijrah


ARAH menghadap ketika solat disebut 'kiblat', iaitu Kaabah di Mekah, Arab Saudi. Kiblat berasal daripada bahasa Arab al-qiblah yang bererti arah. Kata al-qiblah sendiri berasal daripada kata kerja qabala-yaqbalu yang bermaksud menghadap. Kewajipan umat Islam untuk berkiblat ke Kaabah di Mekah bermula pada tahun kedua Hijrah. Sebelum itu, ketika melaksanakan solat, umat Islam masih menghadap ke al- Sakhrah di Baitulmaqdis. 

Perubahan arah kiblat solat ini didasarkan pada firman Allah SWT yang memerintahkan umat Islam mengubah arah kiblat dari Baitulmaqdis ke Masjidil Haram di Mekah. Batas kiblat Ada dua ayat yang menyebut tentang batas kiblat bagi umat Islam, iaitu al-Baqarah: 144 dan 150 yang bermaksud: Oleh itu palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Kata syatr (arah) dalam ayat tersebut dipertikaikan oleh ulama fikah. 

Ada yang memahaminya sebagai  'tepat mengarah ke Kaabah' dan ada pula yang memahaminya 'sekitar Kaabah sekalipun tidak tepat menghadap Kaabah'. Kedua-dua pendapat tersebut dibenarkan kerana mereka yang berada di sekitar dan langsung melihat Kaabah tentu harus menghadap ke Kaabah. Kiblat al-sakhrah Sejarah mencatatkan bahawa ketika Nabi Muhammad SAW bersama-sama para sahabat tiba di Madinah (622M), Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk berkiblat ke al-Sakhrah (batu cadas) di Baitulmaqdis. 

Akibatnya, orang Yahudi, sebahagian besar penduduk Yathrib (Madinah) pada waktu itu, berasa bangga kerana umat Islam berkiblat ke tempat kiblat mereka. Bahkan mereka kadang-kadang mengejek umat Islam dan menganggap bahawa Muhammad SAW mengikuti kiblat mereka. Nabi Muhammad SAW memohon ke hadrat Allah SWT supaya umat Islam berkiblat ke Kaabah. 

Allah berfirman yang bermaksud:  Kerap kali Kami melihat engkau (wahai Muhammad), berulang- ulang menengadah ke langit maka kami benarkan engkau berpaling menghadap kiblat yang engkau sukai. Oleh itu, palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. (al-Baqarah: 144). Orang yang tidak mengetahui arah kiblat boleh berijtihad untuk menentukan arah kiblat. Tanda alam yang dapat dijadikan petunjuk ialah fajar, matahari dan arah mata angin. 

Bagaimanapun, jika ada orang boleh dipercayai, maka petunjuknya boleh juga diikuti. Ketika masuk waktu solat semasa berada di atas kenderaan seperti kereta api, orang Islam boleh melakukan solat tanpa menghadap kiblat. 

Mihrab 
Mihrab ialah bahagian bangunan masjid yang menentukan arah kiblat. Mihrab berfungsi sebagai tempat imam memimpin solat jemaah. Masjid terikat dengan kiblat dan mempengaruhi kedudukan, corak dan struktur mihrab. Perkembangan seni bina Islam banyak mengilhamkan pembangunan mihrab yang hebat. 

Biasanya terdapat sebuah mimbar di mirhab yang menjadi bahagian utama keindahan seni bina dalaman masjid. 

Ujian ketaatan 
Perintah pemindahan kiblat dari al-Sakhrah di Baitulmaqdis ke Kaabah di Mekah membuatkan orang Yahudi tertanya-tanya, "Apakah yang menyebabkan umat Islam mengubah kiblat ibadatnya?" Pemindahan kiblat tersebut bertujuan antara lain untuk menguji ketaatan umat Islam dan untuk menunjukkan kehendak dan kekuasaan Allah SWT. 

Timur dengan barat
Kiblat bagi orang yang tidak melihat Kaabah ialah arah Kaabah, sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW yang bermaksud: "Arah antara timur dengan barat adalah kiblat. Bahkan, kiblat Kaabah tidak terbatas pada timur dan barat saja, tetapi termasuk juga udaranya, baik ke atas mahupun ke bawah." Oleh sebab itu, orang yang berada di angkasa atau di dasar laut, umpamanya, boleh melakukan solat.



Sunday, March 13, 2016

Istana Yahudi Di Khaibar Yang Ditawan Oleh Rasulullah SAW



TIDAK sahaja si munafik, Abdullah bin Ubay yang bertindak jahat dengan memberitahu Yahudi di Khaibar tetapi saki baki keturunan Yahudi Bani Qainuqa yang masih ada di Kota Madinah juga memberitahu mengenai pergerakan Rasulullah dan para tentera baginda untuk menyerang Khaibar. Mereka memberi amaran mengenai kedatangan tentera Islam dan mengarahkan supaya musuh segera bersiap sedia menghadapi serangan. Semua ini diketahui oleh Rasulullah. Tetapi ia bukan penghalang kepada baginda untuk meneruskan kemaraan. Tidak dinafikan berita yang sampai itu menyebabkan seluruh kaum Yahudi yang mendiami Khaibar terus melakukan persiapan dan persediaan untuk menghadapi tentera Islam. 

Tetapi yang menjadi persoalan adakah mereka perlu bertahan di kubu-kubu sahaja atau keluar untuk menyerang tentera Islam. Lalu sebagai pemimpin kaumnya, Sallam bin Musykin berkata: "Tidak ada kaum yang diserang di tempat mereka sendiri melainkan bersifat penakut dan suka dihina. Kalau begitu, biar kita sahaja yang menyerang mereka. "Kita sudah ada persiapan. Kita gerakkan tentera kita ke Madinah. Kalau kita terbunuh, Khaibar masih selamat. Kalau kita menang kita bawa balik harta rampasan. Kalau kita tunggu kedatangan mereka, kita akan menghadapi masalah." Namun cadangan Sallam itu ditolak kerana mereka lebih memilih untuk mempertahankan Khaibar dengan bertahan di sebalik kubu-kubu yang dibina kukuh. 

Dalam pada itu jika dilihat pada jumlah anggota tentera di pihak Yahudi Khaibar itu, mereka sebenarnya telah 'menang'. Berbanding tentera Islam yang hanya seramai 1,000 orang, bilangan di pihak Yahudi berlipat kali ganda kerana mereka berjaya mengumpulkan 10,000 anggota tentera. Begitupun, mereka sebenarnya tetap gentar dan bimbang untuk menghadapi tentangan dan serangan daripada tentera Islam. Mereka sedar kekuatan sebenar yang dimiliki oleh tentera Islam, walaupun jika dilihat daripada segi angka, jumlahnya sangat kecil yang lazimnya sangat mudah untuk dikalahkan. Lalu pihak Yahudi berusaha mendapatkan bantuan anggota tentera tambahan terutama dari kalangan Arab lain yang masih mempunyai cita-cita menentang Rasulullah. 

Setelah beberapa puak Arab menolak permintaan daripada Yahudi kerana sedar kini akan kekuatan yang dimiliki oleh tentera Islam, namun terdapat satu puak Arab yang sedia membantu mereka. Bani Ghatafan yang merupakan puak Arab yang diketuai oleh Uyaynah bin Husn atau lebih dikenali sebagai Al Ahmaq al Muta' sedia menawarkan anggota tentera tambahan. Uyaynah disifatkan sebagai seorang ketua yang bodoh tetapi ditaati oleh para pengikutnya. 

Sebelum ini, puak Arab Ghatafan itu pernah menentang Rasulullah dalam perang Ahzab dan akibat masih tidak berpuas hati apabila kemenangan tidak berpihak kepada pihaknya, Uyaynah kembali bangun menentang Rasulullah. Jika dahulu dia sanggup bersekongkol dengan tentera Quraisy Mekah, kali ini 

Uyaynah sanggup berkerjasama dengan pihak Yahudi, asalkan cita-citanya untuk menghancurkan Islam tercapai. Uyaynah terus menghantar 1,000 anggota tentera dengan tambahan 4,000 orang lagi untuk membantu Yahudi Khaibar. Tentu sahaja pihak Yahudi sangat gembira dengan bantuan yang dihulurkan oleh Bani Ghatafan itu, sekali gus memberikan mereka semangat untuk melawan pihak Islam. 

Ketika Raulullah dengan bala tentera Islam bergerak menuju ke Khaibar, keadaan yang menantikan mereka ialah 10,000 anggota tentera Yahudi dengan tambahan 1,000 tentera dari Bani Ghatafan. Ini bererti 11,000 tentera sedang menunggu tentera Islam dan 4,000 lagi anggota tentera tambahan dari Puak Ghatafan sedang bergerak dan berada di belakang tentera Islam. Kedudukan tentera Islam agak bahaya jika kedua-dua belah pihak musuh yang berada di hadapan dan di belakang mereka itu membuat serangan serentak. 

Begitupun, baginda berjaya memintas perjalanan dengan strategi menyerang Khaibar melalui arah Syam. Ini supaya pihak musuh tidak akan dapat lari ke Syam atau mereka dalam keadaan terkepung. Pada masa itu juga Rasulullah menghantar wakil kepada Uyaynah meminta supaya dia dan seluruh bala tenteranya menarik diri daripada menyertai peperangan. 

Namun usaha tersebut sia-sia. "Tidak ada perbincangan lagi antara kita kecuali dengan pedang, yakni perang," katanya Uyaynah. Apabila berita itu diberitahu kepada Nabi Muhammad, baginda pun berlapang dada dengan berkata: "Kita berserah sahaja kepada Allah. Allah sahajalah sebaik-baik pembela!"



Saturday, March 12, 2016

Gunung Lenyap dari Tempatnya



ALLAH SWT menciptakan bumi ini dengan begitu indahnya. Bumi ini tidak hanya diisi dengan tanah yang rata, yang hanya boleh digunakan untuk membuat bangunan bagi tempat tinggal manusia. Tapi, ada pula gunung-gunung yang dipenuhi pokok-pokok sebagai tempat tinggal haiwan-haiwan tertentu.

Allah SWT menciptakan gunung-gunung sebagai paku bumi. Seperti layaknya paku, suatu benda berbahan kayu yang ditampal di dinding tidak akan bertahan lama jika tidak dipaku dengan baik. Begitu pula bumi. Jika pakunya sudah rosak, maka dapat dikatakan bumi ini pun tidak akan bertahan lama. Inilah yang akan terjadi di akhir zaman.

Rasulullah ﷺ sudah mewartakan bahawa salah satu tanda kiamat adalah lenyapnya gunung-gunung dari tempatnya. Baik kerana lenyap dengan sendirinya akibat ditelan bumi, tanah runtuh dan lain sebagainya. Maupun karena ulah manusia akibat pembangunan sehingga merobohkan gunung seperti yang teradi sekarang ini di beberapa negara.

Samurah RA meriwayatkan bahawa Rasulullah ﷺ bersabda, "Hari kiamat tidak akan terjadi sehingga gunung-gunung lenyap dari tempatnya, lalu kalian menyaksikan kejadian-kejadian besar yang belum pernah kamu saksikan sebelumnya," (HR. Thabrani)

sumber islampos.com

Wednesday, March 9, 2016

Syarat Berdebat dengan Dr. Zakir Naik


Dalam sebuah sesi tanya jawab, seorang pendeta kampung mencabar Dr. Zakir Naik untuk berdebat.

"Aku ingin berdebat denganmu, bukan satu hari, tetapi tujuh hari, aku boleh menjawab semua argumentasimu tentang agama Kristian"

Dr. Zakir Naik menjawab,
"Kau tau, ada ratusan hingga ribuan orang didunia yang ingin berdebat denganku, namun engkau juga harus tau, ada syarat yang harus dipenuhi untuk dapat berdebat denganku,

Aku mau berdebat dengan siapa saja yang dirinya dapat mengumpulkan sekurang-kurangnya 10 ribu orang peserta, Jadi jika kau boleh mengadakan seminar awam yang di dalamnya terkumpul sekurang-kurangnya 10 ribu orang Kristian, maka aku bersedia berdebat denganmu atau dengan sesiapa (yang memenuhi kriteria tersebut) ...atau .. (jika kau tidak mampu) kau boleh memberikan materi (bahan debat) kepada pendeta / doktor Kristian, semisal Billy Graham, kau tau Billy Graham? dia boleh mengumpulkan 100 ribu orang,
Kalau kau? kau siapa? aku bahkan tidak mengenalmu! buat apa aku membuang-buang waktu untuk berkhidmat ?! "

(Keterangan: Billy Graham adalah salahsatu Pendeta Kondang Tersohor yang dicabar oleh Zakir Naik, namun tidak ada jawapan)

Dr. Zakir Naik meneruskan,
Tapi jika kau tetap ingin berdebat, datanglah ke Bombay (Pusat Yayasan IRF asuhan Dr. Zakir Naik), murid-murid saya dengan senang akan menjawab semua argumentasimu, jangan bimbang, kami punya banyak murid ...
Itulah yang aku katakan jika ada orang (yang tidak dikenali) menantangku, "Berdebatlah dengan muridku"

Kemudian, Dr. Zakir Naik menjelaskan,
"Jika ada yang ingin berdebatku, dengan izin Allah Taala, kami boleh mengumpul 100 hingga 300 ribu peserta, makanya aku tidak mahu berdebat denganmu, hanya akan menghabiskan waktuku, dan hanya akan membuatmu terkenal"

"Jadi beritahu aku jika kau mau datang, walau kau sudah berumur 69 tahun tidak masalah, murid-murid muda kami menunggumu, kau boleh datang dan kau bayar kos sewa aulanya, oke? Jika memang kau orang hebat, pasti banyak orang yang akan mahu jadi sponsormu (memberi dana), jadi bagaimana paderi, pada bila-bila kau mau datang?

Paderi yang dari awal hanya melongo menjawab, "Jujur saja, aku tidak boleh mengumpulkan audien" tongue emotikon
-----
Pengajaran yang dapat dipetik dari jawapan Zakir Naik

Debat Agama Islam-Kristian tidaklah berguna jika tidak dilakukan oleh para Ahli dibidangnya, jika kita berdebat dengan orang lain di sosmed hanya akan menjadi debat kusir dan saling hujat, tidak ilmiyah.

Syaikh Ahmed Deedat atau Dr. Zakir Naik, mengadakan debat awam dengan pendeta tujuannya adalah 'membunuh' para pendeta terkenal didepan ribuan penyokongnya sendiri (orang Kristian), bahkan di zaman Syaikh Ahmed Deedat, beliau malah berdebat secara langsung di gereja-gereja.

Mungkin para pendeta yang berdebat tersebut tidak sedar dan tidak mahu mengakui akan kesesatannya walaupun semua dakwaannya ditepis.

Tapi apa kesannya? ratusan ribu bahkan jutaan orang Kristian menjadi shock mengetahui betapa lemah dan amburadulnya konsep agama mereka, yang kemudian mereka merenung lalu sedar dan masuk islam.

Jadi, tidak ada gunanya berdebat di group-group sosmed, hanya akan menjadi debat kusir dan buang-buang waktu saja, tidak ada manfaatnya ...

Adapun video-video debat yang tersebar, apa gunanya untuk kita yang muslim? salahsatu alasanya, yaitu supaya kita boleh sedar betapa beruntungnya kita dilahirkan muslim, dilahirkan dalam agama Islam, agama yang sempurna ...

Jadi, dengan kesedaran itu, semoga dapat menjauhkan kita dan keluarga kita dari virus-virus liberal yang menganggap "semua agama sama", dan tentu saja dengan mempelajari Ilmu Islam itu sendiri.

Adapun mempelajari kitab-kitab orang kafir, maka ini tidak dibenarkan, kecuali dilakukan oleh pakarnya, oleh seorang yang 'alim dengan tujuan membantah orang-orang kafir.

Adapun kita yang tidak punya kepentingan, cukup mempelajari ilmu Islam, Al-Quran dan As-Sunnah.

*sumber http://pedulifakta.blogspot.my/


Tuesday, March 8, 2016

Mengapa Umat Islam Mengelilingi Kaabah? Zakir Naik Menjawab

Dalam sebuah forum terbuka yang dihadiri ribuan orang dan disiarkan di Peace TV, seorang lelaki bertanya kepada Dr Zakir Naik mengapa umat Islam mengelilingi kabah saat haji dan umrah. Adakah alasan saintifik dan logiknya?

"Aku ingin mengetahui tentang Kaabah. Maksud saya, apa penjelasan secara kajian keilmuan dan logik pentingnya Kaabah? Dan mengapa umat Islam mengelilingi Ka'bah? "

Inilah jawapan Dr Zakir Naik mengapa Muslim mengelilingi Kaabah

Saudara ini bertanya dengan bagus. Apa pentingnya Kaabah menurut kajian keilmuan dan logik? Dan mengapa umat Islam mengelili Kaabah?

Banyak non muslim beranggapan bahawa umat Islam menyembah Kaabah. Saya akan memberikan jawapan saya dan nanti saya akan memberikan jawapan secara ilmiah. Saya akan satukan bersama. Menjawabmu dan menjawab non muslim lain atas salah faham ini.

Kaabah adalah kiblat, sebagaimana firman Allah dalam Al Qur'an:

وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ


"Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke ke arah Kaabah" (QS. Al Baqarah: 144)

Dalam bahasa Arab, kiblat. Jadi Kaabah hanya sebagai berjalan. Sebagai contoh, contohnya sekarang kita sembahyang, beberapa menghadap selatan, ada yang menghadap utara, ada yang ke timur, ada yang ke barat. Ke arah mana yang kamu ikuti? Jadi demi persatuan, kami menghadap pada satu arah: Kaabah.

Jadi Kaabah adalah kiblat kami. Tidak ada seorang muslim pun yang pernah menyembah Kaabah.

Dan ketika yang berlainan geografi dunia pertama kali adalah muslim yang membuat itu pertama kali. Adalah Al Idrisi pada tahun 1154 yang membuat peta dunia, bahkan muslim yang membuat peta dunia itu. kutub selatan ada di atas dan kutub utara ada di bawah dan Ka'bah berada di tengah-tengah.

Kemudian orang Barat melancarkan kartografi (pembuatan peta) dan mengubah kutub utara ke atas dan kutub selatan ke bawah, bahkan Kaabah masih tetap berada di tengah-tengah.

Jadi di bahagian mana pun kamu berada di dunia, jika kamu berada di utara menghadap ke selatan, jika kamu berada di timur menghadap ke barat, jika kamu berada di barat menghadap ke timur, jika kamu di selatan menghadap ke utara. Semua muslim di dunia menghadap pada satu arah iaitu Kaabah dan Kaabah adalah kiblat.

Sekarang, apabila kamu pergi umrah, ketika pergi haji, kita melakukan thawaf mengelilingi Ka'bah. Kita berjalan mengelilingi Kaabah. Kenapa kami berjalan mengelilingi Kaabah? Pada dasarnya adalah kerana Tuhan Pencipta. Dan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam melakukan itu.

Kamu bertanya, apa alasan logiknya? Ini tidak disebutkan dalam Quran dan hadis. Jika aku adalah orang yang berakal mau berfikir, kenapa kami berjalan mengelilinginya? Alasan yang boleh aku fikirkan adalah setiap lingkaran hanya punya satu titik tengah. Kita berjalan mengelilingi Ka'bah adalah untuk membuktikan bahawa hanya ada satu Tuhan.

Kerana lingkaran hanya punya satu titik tengah tidak akan ada dua titik tengah. Jika kita berjalan mengelilingi Ka'bah adalah untuk membuktikan bahawa hanya ada satu Tuhan.

Dan pernyataan Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu ketika mencium Hajar Aswad yang ada di Kaabah, "Hajar aswad ini hanyalah batu yang tidak dapat memberikan kebaikan dan keburukan. Aku menciumnya kerana melihat Nabi menciumnya. "Jadi tidak ada muslim yang menyembah Kaabah.

Bahkan di zaman Nabi, ada sahabat yang melaungkan azan di atas Ka'bah. Tidak ada orang yang menyembah sesuatu lalu berani berdiri di atasnya.

Jadi Kaabah adalah kiblat, hanya berjalan. Bukan disembah.

*sumber http://www.jurnalhajiumroh.com/

Monday, March 7, 2016

Parasit Daging Babi Masuk ke Otak Manusia


Para doktor mengatakan bahawa penyakit-penyakit "cacing pita"
merupakan penyakit sangat berbahaya
yang berlaku melalui penggunaan daging babi.
Ia berkembang di bahagian usus 12 jari di tubuh manusia,
dan beberapa bulan cacing itu akan menjadi dewasa.
Jumlah cacing pita boleh mencapai sekitar 1000 ekor
dengan panjang antara 4 - 10 meter, dan terus hidup di tubuh manusia
dan mengeluarkan telurnya melalui BAB (buang air besar).
♦♦♦
Para doktor Amerika berhasil mengeluarkan cacing yang berkembang di otak seorang perempuan, setelah beberapa waktu mengalami gangguan kesihatan yang ia rasakan setelah mengambil makanan khas Mexico yang terkenal berupa daging babi, hamburger (ham = babi, sebab aslinya, hamburger adalah dari daging babi, dan ketika dipasarkan di negara muslim diganti dengan daging lembu -pent).

Sang perempuan menegaskan bahawa dirinya merasa berpenat-penat (letih) selama 3 minggu selepas makan daging babi. Dan para doktor di rumah sakit "May Clinics" di negara bahagian "Arizona" telah melakukan pembedahan terhadapnya di rumah sakit tersebut setelah mereka berjaya mengetahui "adanya rasa sakit" di bahagian otak kerana adanya cacing yang tumbuh di dalamnya.

Dan akhirnya para doktor memberitahu bahawa mereka harus melakukan pembedahan secepat mungkin untuk boleh mengubati sang perempuan tersebut.

Para doktor menegaskan bahawa makanan daging babi yang terkenal itu telah dimakan oleh sang perempuan AS di Mexico, dan mengandung cacing yang dikenali dengan nama "taenia solium" iaitu cacing yang masuk ke dalam tubuh manusia dari jalan makanan yang tidak sempurna apabila dimasak.

Josef Seirphin, salah seorang doktor perempuan di rumah sakit tersebut menjelaskan bahawa telur cacing melekat pada dinding usus pada tubuh sang perempuan tersebut, kemudian bergerak bersamaan dengan peredaran darah sampai ke hujungnya, iaitu otak. Dan ketika cacing itu sampai di otak, maka ia menyebabkan sakit yang ringan pada awalnya, hingga akhirnya mati dan tidak boleh keluar darinya. Hal ini menyebabkan dis-fungsi yang sangat keras pada susunan organ di kawasan yang mengelilingi cacing itu di otak.

Down Piesira mengatakan, "Sesungguhnya pendapat yang mengatakan adanya cacing di dalam otak terasa sangat asing .... sangat mengejutkan sekali apabila aku mendapati mereka merasakan sakit di bahagian otaknya, dan keluarlah cacing dari otaknya. Kejadian ini adalah kejadian besar yang menyakitkan."

Akhirnya, sang perempuan menerima untuk dibedah --kejadian ini terjadi pada April 2001-- dalam masa 6 jam berturut-turut untuk mengeluarkan cacing yang ada di dalam otak kepalanya. Dan para doktor melakukan pembiusan tempatan, dimana sang perempuan harus dalam keadaan sedar dan boleh berfikir ketika dibedah, sebab hal itu dilakukan diorgan yang sangat penting, iaitu otak; dan harus diajak bicara selama operasi sehingga operasi itu tidak membawa kesan sampingan sedikitpun terhadap otak perempuan itu.

Pada akhirnya, para doktor mendapati satu ekor cacing yang sudah rosak dan mengeluarkannya tanpa ada satu kesan negatif pun.

Josef Seirphin, doktor perempuan yang mengetuai rawatannya, berkata, "Ini adalah kejadian yang sangat beruntung, sebab kami belum pernah menemui di otaknya selain daripada cacing saja."

Josef Seirphin pun kini bergegas mengubatinya. Dan para doktor menegaskan bahawa mereka memerlukan masa untuk memantau kesihatannya untuk mengembalikan kesihatannya selama 6 bulan. Dan hal itu sehingga kini masih menyebabkan sang wanita mengalami gejala aneh dan kesulitan lain.
♦♦♦

Seorang wanita di Inggeris harus menjalani pembedahan kecemasan kerana otaknya dipenuhi oleh cacing pita. Cacing pita tersebut diketahui menyebabkan kerosakan kekal pada otak.

Suki-Jane Taylor, 42 tahun, diketahui menderita neurosysticercosis, penyakit yang disebabkan serangan cacing pita pada sistem saraf. Diketahui bahawa Taylor dijangkiti cacing pita pada daging babi pada tahun 2009.

Akibat serangan cacing pita pada otaknya, saat ini Taylor mengalami beberapa penyakit seperi epilepsi, gangguan penglihatan, dan gangguan keseimbangan.
Kerosakan pada sistem saraf mulai berlaku setelah Taylor secara tak sengaja menelan telur cacing pita dan larva dari daging babi. Otak dan larva ini kemudian dibawa ke otak.

Di sana mereka membentuk kista. Ketika cacing pita akan mati, mereka menyebabkan pembengkakan pada saluran darah dan tisu di otak.

Taylor segera dilarikan ke rumah sakit dan menjalani pembedahan untuk menghilangkan kista yang ada dalam otaknya.

"Mereka langsung mengeluarkannya dari otakku. Kista itu terbentuk tepat di atas tulang belakang, di bahagian belakang otakku," jelas Taylor, seperti dilansir oleh Nine MSN (21/09).
♦♦♦

Penyakit-penyakit Daging Babi
Para doktor mengesahkan bahawa penyakit-penyakit "cacing pita" merupakan penyakit yang sangat berbahaya yang terjadi melalui penggunaan daging babi. Ia berkembang di bahagian usus 12 jari di tubuh manusia, dan beberapa bulan cacing itu akan menjadi dewasa. Jumlah cacing pita boleh mencapai sekitar 1000 ekor dengan panjang antara 4 - 10 meter, dan terus hidup di tubuh manusia dan mengeluarkan telurnya melalui BAB (buang air besar).

Apabila seseorang mengambil daging babi, maka larva yang ada di dalamnya akan menjadi cacing dalam perut manusia. Cacing ini akan menyebabkan seseorang merasa lemah, letih. Dan kekurangan vitamin B-12 yang menyebabkan berlakunya kekurangan darah, kadang-kadang boleh menyebabkan munculnya penyakit pada saraf otak, semisal dis-fungsi saraf pusat.

Larva-larva pada sebahagian keadaan boleh mencapai otak dan menyebabkan berlakunya "sawan" atau naiknya tekanan dalam saraf, pusing yang sangat, atau bahkan boleh menyebabkan lumpuh.

Dan mengambil daging babi yang tidak sempurna di masak juga menyebabkan adanya cacing rambut. Ketika cacing ini sampai di usus 12 jari, maka akan keluar larva yang sangat banyak selepas 4 atau 5 hari dan kemudian masuk ke dalam dinding lambung. Kemudian ia masuk ke dalam darah, kemudian masuk ke sebahagian besar jaringan organ tubuh.

Larva kemudian berjalan sendi dan menjadi besar Maka orang tersebut akan mengalami sakit seperti sakit otot yang sangat. Kadang-kadang penyakit itu berkembang hingga terjadi dis-fungsi kerja otak, dis-fungsi otot jantung dan paru-paru, buah pinggang, saraf pusat. Dan kadang-kadang penyakit ini boleh menyebabkan kematian, dan ini kecil peratus ini.

Maha benar Allah yang telah berfirman:
Hanya saja diharamkan atas kamu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang disembelih untuk selain Allah. Maka siapa yang dalam keadaan terpaksa sedangkan ia tidak menginginkannya lagi tidak melampaui batas, maka tidak ada dosa atasnya. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (Q.S. Al-Baqarah: 173)

*sumber http://www.jurnalhajiumroh.com/

Sunday, March 6, 2016

Kisah Mualaf Dan Daging Babi


Pengalaman Dan Coretan Aliya (Mualaf)

"Babi sedapkah?"
"Apa rasanya?"
"Mengapa orang Cina suka makan daging babi?"

Apabila saya menceritakan kepada suami cara memasak 'Tao-Yu Bak' (Daging Babi masak kicap), resipi yang diwarisi daripada nenek saya, wajahnya akan berubah, geli gelaman dan loya. Biasalah orang Melayu, dibesarkan dari kecil untuk membenci babi. Tapi bagi saya yang hidup makan daging babi selama lebih 3 dekad, ia bukanlah sesuatu yang luar biasa. Sudah tahu tekstur daging itu, dan sudah boleh bezakannya daripada daging ayam serta lembu.

Setiap kali juga, apabila ditujukan soalan tentang pemakanan daging ini oleh mereka yang baru memeluk Islam kepada mereka yang lahir Islam, kebiasaannya akan disuruh elak. Haram makan makanan tidak halal. Dosa besar.

Tapi bagaimana nak elak makan sekiranya mualaf itu masih tinggal dan bergantung kepada keluarganya yang bukan Islam, serta sudah menjadi kebiasaan makan bersama? Nak makan daging? Daging bagi keluarga Cina dan Hindu adalah daging babi, bukan daging lembu. Mana boleh makan, haram. Nak makan ayam yang tidak disembelih cara Islam, haram juga. 

Habis nak makan apa? Ikan? Tapi.. kata ustaz kalau makanan dimasak dalam periuk atau kuali yang tidak disamak tetap haram hukumnya. Tidak boleh dimakan.


Tao-Yu Bak


Habis, nak makan apa? 

Ahhh, dilema yang dihadapi ramai mualaf yang masih belum mengkhabarkan pengislaman mereka kepada keluarga masing-masing. 

Mengapa belum?

Kerana kebanyakan mereka golongan pelajar sekolah dan kolej, mahasiswa, atau yang tidak ada pendapatan tetap atau kediaman lain. Mereka yang bergantung kepada keluarga untuk sara hidup, pendidikan dan tempat perlindungan.

Bila mereka nak beritahu keluarga bahawa mereka dah Islam?

Entah, mereka masih mencari jalan. Masih berikhtiar untuk menyampaikan berita tersebut dengan lembut. Kerana tahu bahawa kelaurga tidak akan merestui pengislaman mereka.

Perlu mengambil masa, agar tidak terputus hubungan kekeluargaan. Agar ibu bapa yang sudah tua dan uzur tidak diserang sakit tenat akibat terkejut dan sakit hati dengan berita tergempar itu. 

Tapi bagaimana mereka nak hidup sebagai orang Islam kalau belum beritahu keluarga? Kalau sudah peluk Islam, kenalah beritahu. Haram makan makanan tidak halal. Wajib mengerjakan solat. Kena puasa pada bulan Ramadhan. Yang wanita, perlu jaga aurat. Apa status mereka?

Itulah masalahnya. Anda dilahirkan sebagai sebagai orang Islam, anda tak alami sendiri masalah mereka yang baru memeluk Islam. Mereka yang kita gelar 'closet Muslim' atau 'mualaf sembunyi' kerana belum mengisytiharkan pengislaman mereka. Ramai yang muda belia. Mereka berani kerana memeluk Islam setelah belajar Islam dan benar-benar yakin bahawa Islam agama benar, dan walaupun mereka mungkin menghadapi amcaman dihalau oleh keluarga masing-masing dan ditamatkan pembiayaan pengajian kolej atau universiti sekiranya keluarga mereka mengetahuinya.

Mereka ini semakin ramai tetapi kerana ada yang belum mendaftarkan diri sebagai orang Islam di jabatan agama Islam, kita tiada data. Tak dapat dikesan kecuali mereka sendiri memberitahu.

Makanan? Terpaksalah mereka pandai-pandai pilih makanan yang halal. Berusaha mengelak daripada makan daging babi bila bersama keluarga. Kita boleh dengan mudahnya berkata bahawa berdosa makan makanan yang tidak halal tetapi ingatlah bahawa mereka yang baru berstatus mualaf "sembunyi" tidak ada banyak pilihan, terutama bagi mereka yang keluarganya kuat beragama atau berpegang pada adat resam. Mengaku orang Islam bermakna bakal dihalau dari rumah, terputus hubungan kekeluargaan untuk sementara waktu, dan akan mengakibatkan keluarga sendiri dipulaukan dan dikecam hebat oleh jiran dan saudara mara yang juga bukan Islam.

Solat? Yang sudah belajar akan cuba lakukan secara sembunyi-sembunyi. Satu risiko. Yang muslimah, mungkin terpaksa solat dengan skaf panjang dan kain batik menggantikan telekong kerana kain telekong bukti nyata bahawa mereka sudah Islam. Yang belum pandai solat dan berisiko tinggi, hanya mampu berzikir dan berselawat. 

Puasa? Sama juga, yang dapat berpuasa akan berusaha untuk puasa. Yang sudah menjadi kelaziman makan tengah hari dengan keluarga, tahu-tahu sahaja. Sudah tentu mereka sedih kerana tidak mampu berpuasa seperti muslim yang lain. InsyaAllah, mereka akan bayar fidyah apabila berjaya hidup bebas nanti.

Sampai bila nak diamkan diri? Hidup dalam kepuraan? Mereka kena beritahu keluarga!

Sampai mereka bersedia untuk memberitahu. Atau sehingga Allah swt tentukan sendiri bahawa masanya sudah tiba untuk keluarga mengetahuinya. Kalau anda anggap hidup dengan membohongi keluarga tersayang sebagai satu kesalahan dan satu dosa yang tidak patut dilakukan oleh Muslim, bayangkan pula tekanan batin mereka yang melaluinya.
Kena pilih antara cara hidup Islam dan keluarga yang masih kafir. Menghitung hari sehingga mereka dapat berdikari dan bebas hidup sebagai orang Islam.

Saya pernah tujukan permasalahan ini kepada beberapa orang kawan dan ustaz yang saya kenali, yang lahir Islam. Jawapan mereka adalah perlu beritahu keluarga. Tak ada jalan lain.

Jawapan saya kepada mereka yang bertanya (pendapat saya), berusahalah hidup sebagai orang Islam setakat mana yang termampu. Sentiasa berdoa dan memohon ampun daripada Allah. Elakkan makanan yang tidak halal atau sekurang-kurangnya kurangkan pengambilan. Dapatkan sokongan moral dan nasihat mereka yang memahami agar diri tidak terlalu tekanan dengan kehidupan dua identiti ini. Sambil-sambil itu, berikhtiar juga agar dapat memberitahu keluarga tentang pengislaman masing-masing dengan cara terbaik. 

Kita yang sudah Islam selalu beranggapan bahawa tugas membantu golongan mualaf dan mereka yang berminat pada Islam adalah tugas dan tanggungjawab NGO dan agensi Islam. Tanggapan itu perlu dikikis kerana kerap kali, (maafkan saya) pertubuhan begitulah yang sering merosakkan nama baik Islam. Ada segolongan pegawai yang cepat membuat andaian (peluk Islam mesti nak kawin, mudah menghukum halal-haram, tak boleh itu dan ini, kena buat begini kalau tidak tak sah solat bla3), cakap tak serupa bikin (mewakili nama Islam tetapi bercakap kasar, acuh tak acuh dan tidak sabar).

Mualaf 'sembunyi' lebih memerlukan sokongan moral dan bantuan kewangan (bagi yang masih menuntut) supaya mereka lebih bersedia dan berani mengisytiharkan pengislaman mereka dengan lebih awal. Mereka tidak perlukan tekanan lagi dengan kita memberitahu bahawa tindakan mereka terus makan babi bersama keluarga dan meninggalkan amalan lain adalah berdosa.

Kita sering menganggap permasalahan mereka sebagai perkara lekeh dan kecil, yang dibesar-besarkan. Selalu kita tegaskan, kalau dah Islam kenalah buat cara Islam. Tak alami maka tak ketahui, seterusnya tak fahami, tak dapat berempati.

Ia sama seperti seorang yang tidak pernah dibedah, tentu sekali tidak akan tahu bagaimana sakit anggota badan setelah ubat bius habis, betapa susahnya menjaga luka agar tidak dijangkiti kuman. Hanya boleh membuat teori dan andaian. Mudah menyalahkan pihak lain dengan tuduhan sengaja mengada-ngada.

Janganlah kita golongan seperti itu. Letakkan diri kita di tempat mualaf 'sembunyi'. Sekurang-kurang yang boleh kita lakukan adalah mendoakan mereka agar Allah perkuatkan iman mereka. 

Sekurang-kurangnya mereka ini walaupun belum dapat mengisytiharkan diri sebagai orang Islam, mereka sudah beriman pada Allah swt. Mereka berusaha untuk mendalami Islam, makan makanan halal, mendirikan solat dan puasa. Tidak seperti golongan tertentu yang beridentitikan Muslim tetapi dengan rela dan sukacitanya menghirup arak, makan daging babi, meninggalkan solat dan berpesta makan pada siang Ramadhan.

Nabi s.a.w mengambil masa bertahun tahun lamanya uantuk membina keimanan dan akidah. Sedangkan pada waktu itu para sahabat masih lagi meminum minuman yang mengharamkan dan memakan makanan yang mengharamkan. Contohnya ada sahabat yang bersolat dalam keadaan mabuk tetapi Nabi s.a.w. tidak menegur sehingga Allah s.w.t. menurunkan ayat mengharamkannya.

Ramai penda'ii mengislamkan yang bukan Islam terus mengharap si Mualaf fi Qulub itu meninggalkan segala yang diharamkan dan terus pandai bersolat. Mereka ingin si-mualaf terus menjadi seperti orang orang Melayu disekeliling mereka. Masyarakat berterusan memberikan tekanan emosi dan mental keatas mualaf dan saudara baru. Masyarakat menjadikan saudara baru itu Melayu lebih dari Islam dari segi berpakaian, pemakanan, percakapan, tingkah laku dan sebagainya.

*sumber http://zharifalimin.blogspot.my/




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
p/s: Jika ada diantara blogger yang ingin bertukar pautan link dengan detikislam.blogspot.com, boleh lah pm di facebook admin.

Juga kepada blogger-blogger yang telah membuat pautan link detikislam di blog masing-masing tetapi admin masih tidak meletakkan pautan link blog saudara saudari, minta pm juga di facebook admin. Sekian, Terima Kasih

Blog's stats Jumaat 30.12.2011 bersamaan 4 Safar 1433

Back To Top
Profile Picture
©1433 Hakcipta Tak Terpelihara
Anda digalakkan untuk mengambil apa-apa bahan di dalam laman ini untuk tujuan penyebaran, tanpa perlu memberitahu kepada pihak kami. Anda digalakkan untuk memaparkan sumber asal bahan tersebut.
E-mel :@gmail.comatau Facebook :www.facebook.com/blogdetikislam